fotosintesis itu apa yaaaa??

Fotosintesis atau asimilasi zat karbon dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana zat-zat anorganik H2O dan CO2 diubah menjadi zat organik karbohidrat oleh klorofil dengan pertolongan sinar (Dwijoseputro, 1989). Proses fotosintesis merupakan proses kimiawi yang terjadi dalam semua tumbuhan tingkat tinggi, dan tidak terkecuali tumbuhan air (hidrofit). Persamaan reaksi fotosintesis secara umum digambarkan sebagai berikut :

6CO2 + 6H2O                cahaya/klorofil C6H12O6 + 6O2

Karbon dioksida + Air   cahaya/klorofil Karbohidrat + Oksigen

Tumbuhan air melepaskan oksigen ke dalam air. Oksigen yang dilepaskan tersebut akan larut dalam air dan membentuk oksigen terlarut (dissolved oxygen). Air memiliki kapasitas terbatas dalam mengikat oksigen, ketika konsentrasi oksigen terlarut telah mencapai kapasitas maksimum air (konsentrasi saturasi), oksigen yang berlebih akan berdifusi ke udara. Pada suatu percobaan terdahulu disebutkan bahwa peningkatan CO2 ternyata mampu meningkatan laju fotosintesis tanaman air. Namun, sebetulnya masih ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi laju fotosintesis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian guna mengetahui kondisi-kondisi apa saja yang dapat mengoptimumkan laju fotosintesis pada tumbuhan hidrofit. (Curtis dan Clark,1950)

Serangkaian reaksi biokimia yang membentuk proses fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu reaksi yang bergantung pada cahaya dan reaksi yang tidak bergantung pada cahaya. Reaksi yang membutuhkan cahaya pada tingkat reaksi yang  paling dasar memerlukan penangkapan energi cahaya oleh molekul untuk mensintesa gula (karbohidrat) dari karbon dioksida dan air.

Planck dan Einstein menganggap cahaya terdiri atas partikel-partikel  kecil yang disebut foton (Dwijoseputro, 1989). Fotosintesis digerakkan oleh energi matahari (photon). Dari keseluruhan cahaya yang terpancar, hanya 0,5-3,5 % saja yang diserap daun untuk fotosintesis. Cahaya matahari ditangkap daun sebagai foton. Sinar radiasi matahari mampu diserap tanaman hanyalah cahaya tampak dg panjang gelombang 400-700 nm. Cahaya yang diserap daun 1-5% untuk fotosintesis, 75-85% untuk memanaskan daun dan transpirasi. (Lakitan, 2004). Oleh karena itu, keberadaan cahaya tentunya menjadi salah satu faktor yang menetukan laju fotosintesis.

Penelitian ini mencoba untuk memanipulasi kondisi lingkungan tumbuh tanaman dan selanjutnya menganalisa pengaruhnya terhadap laju  fotosintsis yang terjadi. Faktor lingkungan yang dapat dimanipulasi adalah faktor cahaya. Kemudian, karena tumbuhan yang digunakan adalah tumbuhan air, kondisi mineral dalam media tumbuhpun turut dimanipulasi, yaitu dengan memvariasikannya dengan berbagai jenis zat cair seperti air tanah, akuades, air sabun, minyak dan lainnya. Pada penelitian ini, tanaman air yang dijadikan sampel penelitian adalah Elodea (Elodea canadensis) yang selama ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

URL :

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43985

SUMBER : Yasin, Ahmad; Adistya, Rizki; Prasetya, Hendra. 2011. Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kandungan Mineral Pada Berbagai Media Tumbuh Terhadap Laju Fotosintesis Tanaman Hias Hidrofit Elodea (Elodea canadensis). Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment